Hari berangsur sore waktu itu di dalam sebuah gerbong kereta sancaka. Perjalanan menuju sebuah kota yang dijuluki kota pelajar. Mungkin karena banyak mahasiswa yang menjadikan kota jogja sebagai tempat mereka untuk menimba ilmu. Kebetulan waktu itu ada sebuah kerjaan yang mengharuskan saya pulang pergi jogja surabaya setiap akhir minggu ditengah aktifitas kuliah, asisten praktikum, dan organisasi yang sempat membuat saya drop. Tapi itu pengalaman yang menyenangkan dan penuh tantangan.
Ditengah perjalanan, seorang lelaki lebih tua dari saya menyapa berkenalan. “Mw kemana mas”, Sapa dy. “Ke jogja”, balas saya sambil tersenyum. Dan terlibat percakapan hangat antara dua orang tersebut. Ternyata lelaki tersebut adalah seorang pegawai bank yang bekerja di Jombang namun setiap akhir pekan dy selalu pulang ke jogja menemui istrinya. Dengan semangat dy bercerita tentang jogja. “Jogja itu kota pelajar yang gk keburu nyari kerja”, ujar dy. Lalu dy bercerita tentang kota tempat dy bekerja sekarang dan membandingkannya dengan jogja. Sekian lama saya merasakan suasana jogja, mungkin saya juga setuju dengan pendapat lelaki itu. Dan dy pun kemudian izin kebelakang untuk menghisap rokoknya.
Kereta pun lambat namun pasti sampai ke kota tujuan. Jogja never ending asia…
